Feeds:
Tulisan
Komentar

Pernahkah anda stress atau sakau karena tidak bisa internetan dikarenakan lupa membawa kabel usb modem huawei e220 atau e272?? Jika pernah, maka saatnya sekarang anda beralih ke E160 dari O2 dengan feature plug and play tanpa harus menggunakan kabel.

E160

Huawei E160 Produk dari O2
Harga Rp. 675.000 (limited stock)
Garansi 6 bulan

Features Summary :

* HSDPA/WCDMA 2100Mhz
* GSM / GPRS / EDGE 850 / 900 / 1800 /1900 Mhz
* HSDPA Download Speed: Up to 3.6 Mbps
* USB Interface
* Installs automatically and easy to use
* Micro SD Memory Card Slot (up to 4 GB)

Dimension:
Size: 70.1 mm X 25.7 mm X 11.6 mm
weight: 50g

System Requirements:
Windows 2000 / XP / Vista or Mac OS X 128MB of RAM
50MB free hard disk space
Termasuk di dalam paket:
1. Modem
2. Kabel USB
3. User Guide

Huawei e156

HUAWEI E156G
Rp. 625.000
Garansi 6 bulan

156g putih huawei

Huawei 156G USB HSDPA 3.6 Mbps Wireless Modem . HSDPA UMTS (900 2100MHz) . GSM GPRS EDGE (850 , 900 , 1800 , 1900MHz) .Berbentuk USB Stick, sangat kecil, sudah ada MicroSD Card slot , hanya seperti sebuah Flash Disk kecil, warna hitam. HSDPA (High Speed Download Packet Access). Support data statistics . Download Speed = 3.6Mbps , Upload speed = 384 Kbps. USB 2.0 480Mbps interface . (Compatible to almost all type of computer). Plug & Play .
Fully support All GSM operators . OS Compatible list : Windows 2000, Windows XP, Windows Vista & Mac OS.

Huawei E220

1944649c1766545286

Features :
- Support 7.2Mbps HSDPA services
- Upload speed 384Kbps
- HSDPA/UMTS (850/1900/2100MHz)
- GSM/GPRS/EDGE (850/900/1800/1900MHz)

System Requirements :
- Support Windows 2000, Windows XP, Windows Vista and Mac Operating Systems

Harga Rp. 795.000
Garansi 1 tahun

Pemesanan bisa via SMS 085711162987/02196870055

Takut tipu2?? Add Facebook gue aja ya,,,

arif_ti05@yahoo.com

Ym??? sama kayak email di atas

Quantity di atas 5pcs nego!

Luar kota dikirim via tikijne (www.jne.co.id)

bisa dicek sendiri tarifnya ya, kota asal Depok/jakarta

sierra 881u GPS enabled

sierra 881u GPS enabledUSB modem GSM/GPRS/EDGE/3G/UMTS/HSDPA/HSUPA Quad band 900/1800/1900/2100mhz Multi mode speed up to 7,2 mbps download & 2mbps upload Sierra 881U features: Wireless data at speeds up to 7,2 Mbps on HSPA capable networks High performance antenna in rugged housing Supports HSUPA, HSDPA and UMTS on the 2100, 1900, 850 Mhz band Supported OS: Windows® Vista, XP, 2000, Mac OS GPS (Global Positioning System) for Location Based Tracking Satelite (Optional) AirCard 881U tidak bisa digunakan untuk voice call, Menu VOICE & Dialpad hanya berfungsi untuk cek pulsa Ukuran unit kecil: 9cm x 5cm x 1,5cm Garansi replace 3 bulan

Harganya cuma Rp 680.000,00 ajah….

Bisa dipakai buat semua operator GSM se-Indonesia…

Gratis ongkos kirim via tikiJNE…

Ada juga im2 broom Xtra unlimited 200rb aja bulanan 125rb

Telkomsel Corporate Unlimited juga 200rb bulanan 175rb

More information mampir ke lapak kaskus atau YM arif_ti05@yahoo.com

CP 085711162987/02196870055 (SMS only ya…)

Main2 ke http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1587825  ya…

lapak di kaskus nih…

Beasiswa ini ditujukan untuk calon mahasiswa yang kekurangan secara materi dan diberikan hanya untuk calon mahasiswa yang berhasil lolos masuk menjadi mahasiswa UI. Berikut ini adalah formulirnya:

ui_beasiswa_001-12022008

Situs-situs beasiswa

File di bawah ini di dalamnya terdapat alamat situs-situs penyedia beasiswa dan daftar perguruan tinggi terbaik. silakan di download. semoga membantu.

daftar-alamat-situs-penyedia-beasiswa

Buat yang masih kurang dalam belajar matek nih… Belajar buat UN dan SPMB ya… Disitu udah ada kunci jawabannya juga.

Oya, kalau mau nyari guru les privat untuk persiapan UN dan SPMB, coment ke sini aja.


matematika-dasar-081

matematika-dasar-082

Nah, kalau yang ini dibuat sendiri nih… tapi dijamin kualitasnya gak kalah sama soal asli SPMB. Cobain deh rasanya!!!

ipa-terpadu-083

ipa-terpadu-081

ipa-terpadu-082

ipa-terpadu-084

Silakan di-download… semoga berguna untuk belajar UN dan SPMB

soal-fisika

Pendidikan Tinggi merupakan gerbang menuju masa depan yang lebih baik bagi ratusan ribu pelajar SLTA di seluruh Indonesia. Perguruan Tinggi yang bermutu dan sesuai dengan calon mahasiswa pun diharapkan dapat menunjang proses belajar nantinya. Menurut film (dorama) Jepang berjudul “Dragon Zakura”, seseorang dapat meningkatkan status dan martabatnya dengan berkuliah di TODAI (Tokyo University). Bagi orang Indonesia, status dan martabat seseorang pun dapat terangkat dengan berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri yang berkualitas baik.

Tulisan ini dibuat secara iseng untuk membandingkan empat Universitas di Indonesia yang cocok untuk orang Indonesia. Keempat Universitas tersebut adalah UI, ITB, UGM, dan Unpad. Adapun dengan menggunakan AHP, kita menggunakan table berikut untuk nilai acuan pembanding.

Nilai aij

Deskripsi perbandingan

1

Nilai i dan j sama penting

3

Nilai i sedikit lebih kuat dibanding j

5

Nilai i lebih kuat dibanding j

7

Nilai i sangat kuat dibanding j

9

Nilai i sangat jauh lebih kuat dibanding j

Untuk penilaian pemilihan Universitas terbaik, penulis memilih lima kriteria dan tiga subkriteria untuk masing-masing kriteria beserta nilai pembobotannya yaitu:

1. Lokasi

0,114

a. Dekat dengan fasilitas umum

0,333

b. Kemudahan untuk transportasi

0,14

c. Iklim yang baik

0,528

2. Prospek Kerja

0,366

a. Kerjasama dengan pihak perusahaan

0,637

b. Jaringan alumni yang kuat

0,258

c. Manajemen SIstem Informasi yang bagus

0,105

3. Akreditasi

0,077

a. Fasilitas yang lengkap

0,528

b. Karya Ilmiah

0,14

c. Jumlah professor

0,333

4. Biaya

0,269

a. Biaya Kuliah

0,14

b. Kesempatan beasiswa

0,333

c. Biaya hidup

0,528

5. Fasilitas

0,173

a. IT

0,635

b. Perpustakaan yang lengkap

0,078

c. Taman yang rindang

0,287

Penilaian dan pembobotan di atas dibuat oleh penulis berdasarkan pengetahuan penulis dan bersama rekan-rekan penulis telah melalui brainstorming yang valid.

Dari pembobotan di atas, penulis memberikan penilaian untuk keempat Universitas sebagai berikut:

1. Berdasarkan Lokasi

Perguruan Tinggi

Nilai

UI

0,283

ITB

0,187

UGM

0,262

UNPAD

0,268

2. Berdasarkan prospek kerja

Perguruan Tinggi

Nilai

UI

0,342

ITB

0,404

UGM

0,138

UNPAD

0,116

3. Berdasarkan akreditasi

Perguruan Tinggi

Nilai

UI

0,300

ITB

0,371

UGM

0,192

UNPAD

0,138

4. Berdasarkan biaya

Perguruan Tinggi

Nilai

UI

0,237

ITB

0,216

UGM

0,344

UNPAD

0,202

5. Berdasarkan fasilitas

Perguruan Tinggi

Nilai

UI

0,395

ITB

0,323

UGM

0,149

UNPAD

0,133

Dengan begitu, didapatkan hasil untuk keseluruhan adalah sebagai berikut:

Perguruan Tinggi

Nilai

UI

0,313

ITB

0,314

UGM

0,212

UNPAD

0,160

Kesimpulannya, ITB adalah Universitas atau Perguruan Tinggi dengan nilai 0,314 atau lebih baik 0,001 dari Universitas Indonesia.

Penelitian ini menggunakan software Expert Choice 2000.

Tentang AJAX

Artikel ini bukan tentang AJAX Amsterdam yang sedang keteteran di Eredivisie walaupun diperkuat Klaas Jan Huntelaar, tapi tentang AJAX (Asynchronous JavaScript and XML) atau disebut juga Web 2.0 bukanlah sebuah bahasa pemrograman, namun lebih tepat disebut sebagai sebuah pendekatan baru dalam pemanfaatan stAndar yang telah ada dalam membangun aplikasi berbasis web yang interaktif. Ajax ini juga merupakan suatu teknologi yang menggabungkan beberapa fungsi seperti ntuk presentasi web stAndar yang menggunakan HTML, CSS, tampilan dinamis dan intraktif menggunakan Document Object Model, pertukaran dan manipulasi data menggunakan XML dan XSLT, dan akses data menggunakan XMLHtp yang semua fungsi-fungsi tersebut digabungkan menggunakan JavaScript. Tujuan pemanfaatan Ajax adalah untuk membuat sebuah halaman web yang lebih responsive melalui pertukaran data yang sekecil mungkin dengan server di belakang layar (di beberapa situs dituliskan sebagai “behind the scene”), sehingga seluruh halaman web tidak perlu dipanggil lagi setiap saat pengguna meminta perubahan. Halaman yang memanfaatkan Ajax lebih berlaku sebagai aplikasi yang berdiri sendiri alih-alih sebagai sebuah halaman web.

 ajax-fig2_small1.png

Kelemahan dan Kelebihan AJAX

AJAX ternyata memiliki masalah utama yaitu tidak bersahabat dengan Search Engine, karena AJAX mengAndalkan JavaScript dan CSS/XML. Ini artinya semua fitur AJAX tidak dapat di akses oleh search engine atau pengunjung yan men-disable javaScript-nya. Ciri yang menjadi kelebihan AJAX yang merupakan alternatif kenyamanan bagi user web seperti Gmail, dengan browser tidak mengambil seluruh halaman tapi hanya pada bagian yang perlu diganti saja dari halaman tersebut. Ternyata kelebihan ini juga meminta konsekuensi yang cukup mahal karena search engine tidak mengenali seluruh isi dari website terebut.

Dari sisi pandangan bisnis/marketing ini menjadi masalah besar karena tidak dapat ter-index secara baik oleh search engine. Bayangkan saja jika Anda memiliki situs dengan banyak halaman, tapi yang terindex oleh search engine hanya halaman depan saja. Ini tentu saja akan mengurangi peluang dari calon pengunjung Anda untuk dapat mencari situs Anda melalui search engine.

Selain itu, penggunaan Ajax juga mengorbankan kecepatan pada awal permulaan download page. Namun, halaman web tersebut akan menjadi jauh lebih cepat ketika semua JavaScript sudah ter-download.

Tips UN dan SPMB 2008

7-step-qi-un-spmb.pdf

Ujian Nasional (UN) & Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), Permasalahan dan Cara Mengatasinya

Oleh: Arif Amrizal (Mahasiswa Teknik Industri UI, Pendidik di BTA)

Adakalanya pelajar kelas XII SMA merasa kurang dalam belajar. Perasaan kurang belajar ini dipacu oleh hasil-hasil try-out yang kurang memuaskan untuk dapat lulus dalam UN maupun nilai try-out SMPB yang belum mencapai nilai asumsi kelulusan untuk masuk ke suatu program studi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Nilai yang kurang memuaskan tersebut dan waktu UN dan SPMB yang semakin dekat membuat siswa-siswi kelas XII menjadi panik dan akhirnya hanya dapat membuat jadwal belajar yang tidak tepat sasaran. Untuk menanggulanginya, penulis telah mengadakan analisis kegagalan siswa kelas XII dalam meningkatkan nilai try-out  tersebut. Data yang diambil berasal dari data try-out siswa kelas XII di BTA 8 Depok. Penulis menggunakan metode PDCA (Plan-Do-Check-Action) dalam memecahkan masalah dan pnilaian pencapaian target. Pendekatan metode PDCA yang digunakan adalah 7 Step of quality improvement.

 

·         PLAN

Tentukan topik dan permasalahan

Pada bagian ini, diperlikan pendefinisian masalah yang akan diselesaikan. Japanese Saying: A problem that is well defined is 95% solved”. Untuk itu, penulis mendefinisikan permasalahannya adalah ketidakpuasan terhadap nilai try-out UN atau SPMB yang kurang baik. Hal ini merupakan masalah besar karena berhubungan dengan masa depan siswa-siswi SMA kelas XII. Selain itu masalah yang terkait adalah keadaan di mana siswa-siswi SMA tidak memiliki jadwal yang proporsional dalam belajar. Proporsional di sini diartikan sebagai keseimbangai antara belajar dan bermain, pembagian waktu belajar untuk setiap mata kuliah yang berbeda-beda berdasarkan tingkat kesulitannya dan pengadaan waktu untuk melakukan try-out secara mandiri.

Target

Untuk menyusun suatu target kita terlebih dahulu harus memiliki data masalahnya. Untuk mudahnya, kita menggunakan contoh kasus yang terjadi pada salah satu siswa BTA 8 Depok. Berikut adalah data nilai try-out SPMB salah seorang siswa BTA 8 Depok tersebut:

 

Try out ke-

1

2

3

4

5

6

Rata-rata

Nilai (dalam %)

35

34

47

53

42

44

42,5

 

Setelah itu, kita dapat menentukan besarnya target yang visible. Dalam membuat target agar visible, kita dapat berpatokan pada data-data sebelumnya. Jika rata-rata sebelumnya adalah 42,5%, maka target yang dirasa masih dapat dicapai adalah menaikkan nilai rata-ratanya menjadi 53%. Angka 53% dianggap dapat dicapai dengan melihat data bahwa nilai 53% pada periode sebelumnya pernah tercapai. Jadi, di sini target yang dicanangkan bukan merupakan target yang di luar kemampuan. Adapun hal yang penting lainnya adalah waktu pencapaian target. Maksudnya, target dimaksudkan akan selesai dalam berapa lama atau kapan harus tercapai. Kita juga dapat mengeset target baru tercapai dalam 1 bulan pertama untuk dapat ditingkatkan lagi bulan berikutnya.

Berikut ini adalah kondisi dalam target

1.       Untuk mencapai target dibutuhkan biaya dan uapay yang lebih dalam mencapainya.

2.       Membutuhkan motivasi yang rasional.

3.       Target mampu diraih (achievable)

4.       Kita dapat mengetahui atau dapat mengecek jika target tercapai.

5.       Everybody support

6.     Stimulate action (“we know how to achieve it”)

                

Rencana aktivitas

·         Untuk dapat membuat rencana aktivitas, terlebih dahulu perlu dijawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
Bagaimana alokasi waktu untuk belajar?

·         Apakah waktu bermain masih dapat dikurangi untuk belajar?

·         Apa saja kegiatan sehari-hari yang tidak penting (misal: bermain game, shopping/Jalan-jalan, dsb.) yang dapat direduksi?

·         Kapan saja waktu luang yang dapat digunakan untuk belajar?

·         DO

Analisis Faktor Penyebab dan Pemilihan Pokok Masalah

Untuk dapat memahami dan memilih faktor penyebab dengan baik, kita perlu evaluasi dan pencarian permasalahan yang efektif. Dalam hal ini, digunakanlah fishbone (tulang ikan, “bukan tulang ayam”).

fishbone.png

Dari fishbone tersebut, kita pilih permasalahan yang mendasar (the real problem) adalah karena tidak terjadwal dan kurangnya buku.

Catatan: sebenarnya untuk bisa mendapatkan pokok permasalahan yang lebih baik, perlu diadakan semacam diskusi atau brainstorming dengan berpatokan pada pertanyaan Why-why-why-why-why… hingga didapatkan pokok permasalahan.

Tentukan rencana aksi

Jenis masalah

Analisis

Solusi

Ga ada jadwal

Masalah utama sebenarnya adalah jadwal kegiatan yang tertulis dan tidak dapat dikontrol

Catat jadwal dan reduksi kegiatan-kegiatan dengan tingkat kepentingan kurang. Optimalkan penggunaan waktu

Buku tidak lengkap

Buku yang dimiliki kurang dapat memenuhi seluruh mata pelajaran atau topik pelajaran

BELI, pinjam, fotokopi

 

Implementasi

Setelah solusi didapatkan, yang perlu dilakukan setelahnya sebetulnya hanyalah MELAKUKANNYA. Hanya sayangnya biasanya langkah ini susah untuk dilakukan. INGAT! Sebagus apapun RENCANA jika tidak DILAKUKAN rencana tersebut sama dengan SAMPAH.

Untuk membantu tercapainya pelaksanaan ini, kamu dapat meminta ortu untuk mengecek kegiatan kamu dengan cara memberinya jadwal kegiatan kamu.

Intinya: JUST DO IT!

·         CHECK

Hasil Sesuai Dengan Target?  

Untuk dapat mengetahui apakah yang kamu lakukan sesuai dengan target, lakukanlah evaluasi berkala. Misalnya, lakukan try out 4 kali dan lihatlah apakah target rata-rata tercapai atau tidak. Buat rekap nilainya.

·         ACTION

Pada tahap ini ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan.

Ø  Jika target tidak tercapai

Lakukan lagi PDCA! Evaluasi PDCA yang sebelumnya. Definisikan masalah lebih dalam, jangan-jangan ada masalah yang belum terlihat. Atau jika memang jadwal yang sudah dibuat ternyata tidak dilaksanakan, berarti kamu perlu bertanya pada diri sendiri apa yang menjadi prioritas kamu sekarang.

Ø  Jika target tercapai

Jadikan jadwal dan metode yang kamu pakai sekarang sebagai standar belajar kamu.

 

Kolom 1 April

 abikwu5.jpg

Pagi ini saya menemukan satu tulisan dari sastrawan yang saya kagumi, Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik) di Koran Sindo. Tulisannya walaupun ringan tapi berbobot dan saya berkeinginan selalu menuliskannya di blog ini setiap Selasa. Berikut adalah isinya:

“Dalam acara bedah novel “Ayat Ayat Cinta” di kota Medan, 8 Maret lalu, selesai acara ada seorang ibu bertanya kepada saya, “Kang Abik, menurut Anda, apa yang semestinya kita lakukan untuk mengatasi bangsa kita yang sudah carut-marut ini?.” Saya tersentak. Sungguh pertanyaan ini membuat saya bingung. Saya tidak tahu harus menjawab apa.

“Apa tidak salah alamat?” batin saya. “memangnya saya ini siapa, kok ditanya masalah sebesar itu? Memang saya ini telah melakukan apa, sampai dianggap layak menjawab pertanyaan besar itu?.

Seketika ingatan saya berkelebat pada satu adegan yang pernah dialami oleh Mahatma Gandhi. Suatu hari, seorang ibu menemui Gandhi dan memintanya menasehati anaknya supaya tidak makan permen. Saat itu Gandhi hanya berkata, “Ibu, pulanglah dulu, bawalah putra ibu ke sini beberapa hari lagi1” sang ibu pun patuh.

Beberapa hari kemudian ibu itu dating kembali membawa putranya. Gandhi lalu menasehati putra ibu itu. “Nak, jangan makan permen ya!” hanya itu. Merasa aneh dengan apa yang dilakukan Gandhi, sang ibu bertanya, “Tuan, kalau hanya mengatakan itu saja, kenapa tidak kemarin saja saat pertama kali saya dating? Kenapa baru sekarang?”. Bapak Bangsa India itu menjawab, “Ibu, saat itu saya masih makan permen, tapi sekarang tidak.”

Ingatan saya lalu sampai pada seorang tabiin agung, Imam Hasan Al Bashri. Dia adalah ulama besar yang disegani siapa saja dan perkataannya didengarkan siapa saja. Suatu hari para budak di Kota Basrah dating menemuinya. Mereka meminta padanya agar dalam khotbah Jum’atnya menyerukan kepada para penguasa dan orang kaya membebaskan para budak. Sebab Alquran menyerukan pembebasan budak. Tabiin besar itu hanya mengangguk dan berkata lirih, “Insya Allah.”

Saat hari Jum’at tiba, para budak itu menanti khotbah sang imam. Khotbah yang akan membuat mereka merdeka dari perbudakan. Namun, mereka kecewa, sang Imm sama sekali tidak menyinggung keutamaan membebaskan budak. Jum’at berikutnya mereka menanti janji sang imam. Namun, mereka kembali kecewa. Dua bulan lebih mereka menanti dan mereka hampir putus asa. Mereka menyangka sang imam tidak menepati janjinya.

Setelah lewat tiga bulan, pada suatu Jum’ay, sang Imam berkhotbah dan menyeru kepada penduduk Kota Basrah agar membebaskan budak, lengkap dengan segala pahala dan keutamaannya. Usai shalat Jum’at, ribuan budak dibebaskan. Para budak menangis bahagia. Di antara mereka ada yang mendatangi sang Imam dan protes, “Imam, kenapa baru sekarang kau serukan, kenapa tidak sejak dulu saat kami minta padamu?”

Sang Imam menjawab, “Saat itu aku belum pernah membebaskan budak. Dan aku tidak punya uang untuk membebaskan budak. Aku bekerja keras untuk memiliki uang. Sampai akhirnya setelah tiga bulan aky punya uang, lalu aku membeli seorang budak dan langsung aku merdekakan. Barulah aku berani khotbah dan menyerukan pembebasan budak. Aku ingin menjadi yang pertama yang melakukan apa yang aku sampaikan.”

Barulah mereka mengerti kenapa ucapan Imam Hasan Al Bashri itu didengar oleh siapa saja.

Tentu saja saya tidak ingin mensejajarkan diri dengan dua tokoh yang luar biasa itu. Saya hanya merasakan problem yang sama, yang pernah dialami Gandhi dan Hasan Al Bashri. Seorang santri penulis novel semacam saya tiba-tiba haru menghadapai pertanyaan tentang menentukan nasib bangsa. Dan saya belum pernah punya pengalaman mengatasi bangsa yang carut-marut.

Ada semacam irasionalitas, sekali orang dianggap sukses dalam satu hal, lalu dia diposisikan sebagai manusia serbatahu. Lalu, melimpahlah beragam pertanyaan kepadanya, bahkan pertanyaan yang mungkin tidak dalam bidang yang dikuasainya. Hanya, karena menulis novel “Ayat Ayat Cinta”, terus saya ditanya bagaimana mengentaskan bangsa yang carut marut.

Apakah saya harus berlaku seperti Gandhi atau Hasan Al Bashri, meminta ibu itu untuk menunggu beberapa waktu, sampai saya punya pengalaman nyata dulu? Rasanya sangat sulit.

Jawaban pasti atas pertanyaan ibu itu, jujur, saya belum menemukannya. Saya tidak meu asal menjawab. Saya tidak meu terjebak slogan-slogan besar yang kosong. Saya tidak mau membicarakan nasib bangsa, tapi pada saat yang sama justru menjadi bagian dari pembawa masalah bangsa.

Tidak ingi berlama-lama dalam pikiran saya sendiri itu, akhirnya dengan sangat terpaksa, saya memberikan jawaban, “Ibu, hal yang paling utama yang bias kita lakukan untuk ikut memperbaiki bangsa ini adalah berusaha sebaik mungkin untuk diri kita. Sebelum memperbaiki bangsa, sebaiknya memperbaiki diri sendiri. Jika semua penduduk negeri ini membenahi dirinya sendiri dengan baik, menurut saya, itu usaha terbaik membenahi bangsa ini.

Saat mengucapkan itu, bibir saya bergetar, ada rasa takut bahwa saya tidak seperti Gandhi atau Hasan Al Bashri. Saya takut telah menyampaikan sesuatu yang tidak saya lakukan. Saya hanya mencoba belajar pada Hasan Al Bashri dan Mahatma Gandhi.”…

Tulisan Sebelumnya »