Feeds:
Tulisan
Komentar

Sebuah Renungan

Allah yang Mahabaik memberi kita ikan, 
tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.      

Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat, 
mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang…
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai, 
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya. 

Perkawinan  memang memiliki  banyak kesusahan, 
tetapi kehidupan  lajang tidak memiliki kesenangan.

Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah, 
dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.

Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya 
sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.
Harta  milik  yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah ..
hati seorang wanita.     

Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga      
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, 
nilainya baru kita sadari setelah kita kehilanganNya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatiMu 
dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya. 
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.

Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan, 
tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain…
tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.  

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. 
Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. 

Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya 
dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya 
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan 
kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.

Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan, 
kegunaannya terletak  pada penerapan yang benar, 
orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal, 
sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, 
tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta. 
Tak seorang pun sempurna. 
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.

Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.    
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita
adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita. 

Kamu tak bisa mengubah masa lalu….
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.      
   
Bila Kamu mengisi hati kamu …
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, 
Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.
Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan 
dan hari esok tanpa rasa takut, 
berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.

Soal2 Bahasa Inggris

Ini daftar soal-soal yang pernah keluar di SPMB/ UMPTN/ Sipenmaru

bhasa-inggris-sipenmaru-86.doc

prediksi-bhsa-inggris-08.doc

bhasa-inggris-00.doc

bhasa-inggris-01.doc

Harry Potter

Harry Potter merupakan  seri novel fantasi karya J. K. Rowling dari Inggris mengenai seorang anak laki-laki bernama Harry Potter. Sejak rilis pertama novel ini, Harry Potter dan Batu Bertuah pada tahun 1997 di Inggris, buku ini telah mendapatkan ketenaran dan kesuksesan secara komersial di seluruh dunia, diangkat menjadi film, video game, dan beragam merchandise.Latar belakang kisah ini kebanyakan berada di Sekolah Sihir Hogwarts dan berpusat pada pertarungan Harry Potter melawan penyihir jahat Lord Voldemort, yang menggunakan Ilmu Hitam untuk membunuh orang tua Harry.

Kesemua tujuh buku yang direncanakan Rowling dalam seri novel ini telah diterbitkan. Buku keenam, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran versi asli bahasa Inggris diterbitkan pada 16 Juli 2005, sementara buku ketujuh, Harry Potter dan Relikui Kematian diluncurkan di seluruh dunia pada 21 Juli 2007 (versi terjemahan bahasa Indonesia diterbitkan pada tanggal 13 Januari 2008). Enam buku pertama dalam seri novel ini secara keseluruhan telah terjual lebih dari 325 juta kopi, dan telah diterjemahkan ke lebih dari 63 bahasa.

Atas kesuksesan novel-novelnya ini, Rowling telah menjadi penulis terkaya sepanjang sejarah kesusasteraan. Versi-versi asli dalam bahasa Inggris diterbitkan oleh penerbit Bloomsbury di Inggris Raya, Scholastic Press di Amerika Serikat, Allen & Unwin di Australia, dan Raincoast Books di Canada. Versi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama

j-k-rowling-harry-potter-book-1-harry-potter-and-the-sorcerers-stone.pdf

j-k-rowling-harry-potter-book-2-harry-potter-and-the-chamber-of-secrets.pdf

j-k-rowling-harry-potter-book-3-harry-potter-and-the-prisoner-of-azkaban.pdf

j-k-rowling-harry-potter-book-4-harry-potter-and-the-goblet-of-fire.pdf

Motion and Time Study

Definisi dan Ruang Lingkup Motion and Time Study 

Pada awalnya time study dan Motion Study digunakan hanya untuk hal-hal yang sangat spesifik dan dalam ruang lingkup yang sangat sempit saja. Kedua bidang studi tersebut pertama kali ditemukan dan dikembangkan masing-masing oleh Frederick Taylor untuk Time study dan Gilbreths untuk Motion study yang ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaannya. Walaupun dikembangkan dan ditemukan dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, pada awalnya hanya time study dan penurunan insentif upah buruh yang lebih berkembang dibandingkan dengan motion study. Keinginan untuk mendapatkan metode kerja yang lebih baik menggema pada kurun waktu 1930an yang kemudian mengakibatkan perkembangan keilmuan teknik industri untuk mengkombinasikan time study dengan motion study yang dapat menghasilkan metode kerja yang lebih baik dan lebih dekat dengan kata ideal. Sekarang ini permasalahan mendasar adalah menemukan solusi dan metode yang paling tepat diterapkan, mengingat pada masa lalu terlalu menekankan pada perbaikan metode yang telah ada, dibandingkan mendefinisikan permasalahan, menyusun fakta-fakta, dan menemukan solusi yang tetap.Semula motion and time study dikembangkan oleh sarjana teknik industri dan staf spesial, dan hal ini pun berlanjut hingga sekarang. Beberapa menganjurkan bahwa methods engineering, work design, work study atau job design sebaiknya digunakan dalam perancangan motion and time study dan saat ini motion and time study bahkan dapat dikatakan sebagai sinonim dari work methods design and work measurement. 

Definisi Motion and Time Study

Motion study and time study adalah sebuah pembelajaran sistematis dari sistem kerja dengan tujuan :

  • mengembangkan sistem dan metode yang lebih baik.

Pada umumnya penentuan sistem dan metode yang digunakan dalam sebuah industri sangat bergantung kepada tujuannya, misalnya dalam sebuah manufaktur memproduksi barang, sebuah bank melayani transaksi dengan nasabah, penjualan susu sapi dari peternakan, dan sebagainya. Setelah itu, dilakukan pendekatan-pendekatan peningkatan produktivitas dengan cara problem-solving dan sebagainya.

  • menstandardisasi sistem dan standar tersebut.

Setelah metode terbaik ditentukan, langkah selanjutnya adalah menstandardisasi metode itu sendiri. Dalam menstandardisasi metode tersebut, agar dapat terdefinisi dan dapat dimengerti dengan baik, perlu adanya pembagian kerja yang jelas dan pembatasan kerja yang baik agar berjalan secara efisien. Dalam hal ini, setiap jenis pekerjaan dibedakan hingga detail dan spesifik.

  • menentukan standar waktu.

Motion study digunakan untuk mengukur standar waktu normal yang diperlukan operator terlatih dan berpengalaman pada kecepatan normal. Standar waktu tersebut seringkali digunakan untuk perencanaan dan penjadwalan kerja sampai perkiraan biaya produksi, termasuk biaya buruh.

  • melatih operator.

Agar seluruh perencanaan berjalan dengan baik, operator perlu mendapatkan pelatihan. Hal ini biasanya diakomodir oleh atasan dan pejabat teratas perusahaan. Akan tetapi, belakangan marak lembaga profesional yang bergerak dalam hal training seperti ini. Berikut ini adalah ruang lingkup penggunaan motion and time study berdasarkan pengguna :

Contoh A Contoh B Contoh C
Digunakan oleh sarjana teknik industri dan staf spesialis Digunakan oleh manajer dan supervisor Digunakan oleh oleh pekerja dalam tim atau grup
Digunakan sejak ditemukannya metode ini hingga sekarang Diperkenalkan pada 1930an dan 1940anBerkembang pesat Mulai digunakan pada 1950an dan 1960an dengan perkembangan sedang
Dilatih oleh pemilik perusahaan Sarjana teknik industri dan staf spesial sebagai mentor dan konsultan serta bekerja dalam tugas-tugas tertentu untuk tim Sarjana teknik industri dan staf spesial sebagai mentor dan konsultan serta bekerja dalam tugas-tugas tertentu untuk tim
Membuat perencanaan untuk skala perusahaan termasuk desain produk, fasilitas, dsb. Digunakan dalam menentukan kebijakan dalam lingkup bidang/grup tertentu Pekerja berpartisipasi langsung dalam manajemen kerjanya sendiri
Memberikan laporan kepada manajer dan supervisor   Dibutuhkan waktu yang lama untuk penerapannya

  Seiring dengan berkembangnya teknologi yang memaksa pemakaiain alat-alat industri modern dan permesinan, pekerja yang dibutuhkan dalam industri skala besar semakin sedikit. Saat ini, yang lebih dibutuhkan adalah operator yang dapat menjalankan berbagai peralatan dan mesin-mesin industri sehingga upah yang harus dibayarkan kepada pekerja dapat ditekan seiring semakin sedikitnya pekerja yang dibutuhkan. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan pelatihan-pelatihan agar standar yang diharapkan dapat tercapai sehingga efektivitas dan efisiensi kerja dapat diperoleh.Selain digunakan dalam manufaktur, motion and time study juga berkembang pesat digunakan dalam aktivitas non-manufaktur, antara lain pada bank, departement store, supermarket, maupun rumah sakit mengaplikasikannya untuk meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya. 

Sejarah Motion and Time Study

 Telah disepakati bersama bahwa time study pertama-tama diterapkan pada Midwalee Steel Company oleh Frederick W. Taylor pada tahun 1881. Pada waktu itu Taylor menginginkan agar efisiensi kerja dapat tercapai dengan cara memberdayakan kinerja pegawai. Salah satunya dengan mempekerjakan dua orang pekerja yang benar-benar bermanfaat dan secara fisik kuat. Taylor lebih cenderung mempekerjakan pekerja yang konsisten bekerja dengan standar “bagus” dalam jangka waktu panjang dengan upah lebih besar dibandingkan pekerja yang dapat bekerja maksimal hanya dalam jangka waktu pendek. Setelah melewati riset terhadap pekerja, Taylor menyimpulkan bahwa ternyata tak ada hubungan langsung antara kekuatan pekerja (dihitung dalam horse power/tenaga kuda) dengan efek kelelahan yang dapat ditimbulkan. Taylor menemukan bahwa untuk pekerjaan-pekerjaan sangat berat, kombinasi waktu bekerja, banyaknya hari untuk beristirahat, frekuensi dan panjang waktu beristirahat beeimbas pada berapa banyak pekerjaan yang dapat dilakukan pekerja dalam sehari.            

Time study hanyalah sebuah pencapaian dari berbagai penemuan Taylor dalam berbagai penelitiannya di industri. Dia seorang yang sangat ahli dalam bidang material dan permesianan industri. Akan tetapi, keahliannya dalam bidang human problem pun sebaik pemahamannya akan permesianan dan material. Pendekatan dan penelitiannya terhadap aspek psikologi pekerja turut berandil besar dalam peningkatan efisiensi kerja.

Prinsip Manajemen Taylor

Secara garis besar, Taylor mengabdikan dirinya untuk menciptakan metode yang tepat bagi setiap pekerjaan yang dilakukan dalam lingkungan kerjanya. Taylor menjabarkan pemikirannya dengan cara :Pertama, pengembangan keilmuan untuk setiap elemen pekerja untuk menggantikan metode lama yang statis.Kedua, penyeleksian pekerja terbaik untuk setiap bidang, melatih, mengajarkan, dan mengebangkan pekerja, menggantikan sistem lama yang membiarkan pekerja memilih sendiri pekerjaannya dan melatih dirinya sendiri.Ketiga, pengembangan semangat bekerja sama antara jajaran manajemen dan pekerja.Keempat, setiap divisi mempunyai bagian pekerjaan yang sama, antara manajemen dan pekerja, di mana setiap departemen elah dibagi-bagi kedalam tanggung jawabnya masing-masing. 

Motion Study

Perindustrian sekarang ini dapat berkembang dengan pesat salah satunya dengan menerapkan metode motion study yang ditemukan dan dikembangkan oleh pasangan Frank B. Gilbreth dan istrinya, Lilian M. Gilbreth. Latar belakang Frank yang seorang engineer dan Lilian yang seorang psikolog menjadikan mereka dapat memahami faktor manusia dan pengetahuan tentang material, peralatan serta perlengkapan dengan sama baiknya. Aktivitas yang mereka jalani sangat luas jangkauannya, termasuk penemuan dan peningkatan dalam membangun dan konstruksi kerja, kelelahan pekerja, monoton, transfer keahlian, serta penemuan beberapa macam teknik process chart, micromotion study, dan chronocyclegraph.

Penemuan motion study bermula saat Frank Gilbreth pada tahun 1885 bekerja pada sebuah kontraktor bangunan. Melihat tidak efisiennya cara kerja tukang batu, Gilbreth muda mencari cara untuk mengoptimalisasi pekerjaan tukang batu tersebut. Semula, semua proses dari mengambil batu hingga selesai dipecahkan dilakukan sendiri oleh si tukang batu, namun Gilbreth membagi tiap-tiap pekerjaan spesifik ke dalam bagian-bagian. Hal ini menurunkan jumlah gerakan yang harus dilakukan untuk meletakan batu dari 18 hingga menjadi hanya 4,5 gerakan. Rekor baru pun tercipta saat pembangunan sebuah dinding di Boston saat seorang tukang batu dapat menghasilkan 350 bongkah batu per orang per jam. Sebelumnya sistem baru tersebut diterapkan, rekor yang tercipta hanyalah 120 bongkah batu per orang per jam.

Definisi micromotion study

Motion study pertama kali dipublikasikan pada pertemuan American Society of Mechanical Engineering tahun 1912 oleh Gilbreth. Penjelasan singkat tentang hal ini adalah : micromotion study adalah mempelajari elemen dasar atau subdivisi berdasarkan gambar gerakan kamera, alat penghitung waktu yang secara akurat dapat menghitung interval waktu pada gambar film.

Cyclegraph dan Chronocyclegraph

Kedua metode ini digunakan untuk mempelajari jalannya gerakan operator. Untuk mencatat gerakan operator, digunakan semacam bola lampu mini yang ditempatkan pada jari, tangan maupun bagian tubuh lain dan difoto dengan kamera. Hasil rekaman tersebut disebut dengan cyclegraph. Selain itu juga ada metode lain yang merekan gerakan bola lampu dengan garis putus-putus yang dapat digunakan untuk menghitung waktu, kecepatan, akselerasi, dan perlambaan gerakan secara akurat. Rekaman ini disebut juga dengan chronocyclegraph. Gilbreth menggunakan keduanya untuk membantu peningkatan metode, mendemonstrasikan gerakan yang benar dan membantu melatih operator yang  baru.

New England Butt Company

Pada tahun 1912, Gilbreth bekerja pada New England Butt Company. Di sini Gilbreth membuat aplikasi micromotion study yang pertama pada organisasi manufaktur dan akhirnya pekerjaannya termasuk menerapkan sistem Taylor secara penuh.Di perusahaan ini Gilberth difasilitasi sebuah laboratorium yang dinamakan Betterment Room (ruang perbaikan). Di sini setiap permasalahan dianalisis, maket dibuat, dan metode yang lebih baik dikembangkan. Selama bekerja di sini Gilbreth mendirikan sebuah Production Planning Department, meningkatkan peralatan ruangan, dan mempelajari alur serta penanganan material dengan cara membuat model pabrik dan mesin. Selama karir profesionalnya Gilbreth telah membuat sepanjang 200.000 kaki film dan banyak objek telah difoto di laboratoriumnya di Butt Company.

Organisasi Nasional

The American Society of Mechanical Engineers (ASME) memegang peranan penting dalam pengembangan manajemen sains, teknik industri, motion and time study, serta bidang-bidang lain yang terkait. Perlu diingat bahwa “Shop Management” milik Taylor dipublikasikan dengan bantuan ASME pada 1903 dan “The Art of Cutting Metals” pada 1907.The American Institute of Industrial Engineers (AIIE) yang berdiri pada tahun 1948 telah berkembang pesat dan saat ini bertindak sebagai kumpulan profesional yang bergerak dalam bidang engineering. The Human Factor Society (1957) merupakan organisasi yang menyediakan sebuah forum untuk bertukar pikiran mengenai faktor manusia dalam sistem yang kompleks, desain organisasi, perlengkapan dan fasilitas untuk efektivitas penggunaan, serta pengembangan lingkungan untuk kenyamanan dan keamanan.

Motivasi-Psikologi

What Does Motivation Involve?

Istilah motivasi berasal dari bahasa latin yaitu kata movere yang berarti bergerak. Dalam konteks sekarang, motivasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses psikologi yang menghasilkan suatu intensitas, arah, dan ketekunan individual dalam usaha untuk mencapai satu tujuan.

A Job Performance Model of Motivation

Terence Mitchell, seorang peneliti terkenal mengenai perilaku organisasi, memperkenalkan model konseptual yang menjelaskan bagaimana motivasi mempengaruhi perilaku dan kemampuan bekerja.

 untitled.jpg

Gambar  tersebut  menunjukkan  bahwa individual inputs  dan  job  context  merupakan  dua kategori  kunci dari faktor yang mempengaruhi motivasi. Kedua kategori ini  saling mempengaruhi satu sama lain yang  juga  mempengaruhi  motivational  process  yang  nantinya  akan  membentuk  motivated behaviors. Bagan  ini  juga  menjelaskan bahwa motivated behaviors secara langsung dipengaruhi oleh individual’s ability dan job knowledge (skills), motivasi, dan suatu kombinasi yang membatasi job  context  factors.  Performance seseorang, pada akhirnya akan dipengaruhi oleh motivated behavior.

            Ada empat kesimpulan yang dapat diambil dari bagan tersebut. Pertama,  motivasi berbeda dengan perilaku. Motivasi meliputi suatu proses psikologi  yang mencapai puncaknya pada  hasrat  individu dan  perhatian untuk berjalan dalam fakta. Kedua, perilaku seseorang dipengaruhi oleh lebih dari sekedar motivasi orang tersebut, tetapi juga dipengaruhi oleh individual inputs, job context  factors, dan tentunya motivasi itu sendiri. Ketiga, perilaku berbeda  dengan  performance. Performance mewakili kumpulan perilaku yang terjadi  pada  suatu waktu dan mencerminkan standar eksternal yang disusun  oleh organisasi. Keempat,  motivasi sangat diperlukan, namun tidak sepenuhnya mempengaruhi job  performance, tetapi juga diperlukan individual’s input dan dan job context factors.   

Historical Roots of Modern Motivation Theories

Lima metode untuk menjelaskan perilaku yaitu kebutuhan (needs), penguatan  (reinforcement), kognitif (cognition),  karakteristik pekerjaan (job characteristics),  dan perasaan (feelings/ emotions) mendasari terjadinya evolusi dari teori modern tentang motivasi seseorang. 

  •  
    • Needs.

Teori kebutuhan didasarkan pada pemikiran bahwa setiap individu termotivasi  karena ketidakpuasan dalam pemenuhan kebutuhan atau ketidakpuasan dalam kehidupan sosial.

  •  
    • Reinforcement

Teori penguatan, seperti dari Edward L.Thorndike dan B F Skinner, menyatakan bahwa perilaku dikendalikan oleh setiap konsekuensi yang ada, tidak hanya dikendalikan oleh hasil dari hipotesis internal seperti insting, kegiatan atau kebutuhan.

  •  
    • Cognitions

Teori motivasi kognitif menyatakan bahwa perilaku merupakan fungsi dari kepercayaan (beliefs), harapan (expectations), nilai (values), dan kognitif mental lainnya

  •  
    • Job Characteristics

Pendekatan dengan teori ini berdasarkan pada pemikiran bahwa tugas-tugas  itu sendirilah yang menjadi kunci motivasi seseorang. Khususnya, pekerjaan  yang membosankan dan monoton dapat melumpuhkan motivasi seseorang untuk bekerja dengan baik, padahal tantangan pekerjaan dapat menambah motivasi seseorang.

  •  
    • Feeling/Emotions

Teori yang paling baru dalam evolusi teori motivasi ini berdasar pada anggapan  bahwa pekerja adalah semua orang yang berkeyakinan bahwa tujuan-tujuan di  luar menjadi prioritas utama.

Needs Theories of Motivation

Kebutuhan adalah suatu kekurangan psikologi yang membangkitkan perilaku. Kebutuhan dapat menjadi kuat atau melemah dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan.

Hierarki Kebutuhan Maslow ( Maslow’s hierarchy of needs) 

Pada tahun 1943, pakar psikologi Abraham Maslow memaparkan teori hierarki kebutuhan dari motivasi yang sekarang menjadi terkenal itu. Moslow menyatakan bahwa motivasi adalah sebuah fungsi dari lima kebutuhan dasar, lima kebutuhan dasar tersebut adalah:

Psikologi. Kebutuhan dasar yang utama. Antara lain kebutuhan akan makanan, minum, udara untuk bertahan hidup. 

Keamanan: antara lain keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.

Cinta. Keinginan untuk dicintai dan mencintai. Mengandung kebutuhan akan kasih sayang dan rasa memiliki.

Penghargaan. Kebutuhan akan reputasi, kebanggaan, dan pengakuan dari orang lain. Juga mengandung kebutuhan akan kepercayaan diri dan kekuatan.

Aktualisasi diri. Keinginan untuk menjadi apa yang ia ingin jadi. Untuk menjadi terbaik adalah kesanggupan dari menjadi apa.

Alderfer’s ERG Theory

Clayton Alderfer mengembangkan sebuah teori alternatif dari kebutuhan manusia pada akhir 1960an. Teori ini membedakan kebutuhan yang telah dikembangkan oleh Maslow menjadi  tiga level dari yang terendah sampai tertinggi yaitu kebutuhan-kebutuhan eksistensi (Existence Needs) yang berkaitan dengan kebutuhan fisiologis dan keamanan, kebutuhan-kebutuhan hubungan  (Relatedness  Needs) yang berfokus pada bagaimana  individu  berhubungan dengan lingkungan sosialnya, kebutuhan-kebutuhan pertumbuhan (Growth  Needs) yang meliputi kebutuhan akan tumbuh sebagai manusia pada umumnya dan menggunakan kemampuannya untuk mencapai potensi yang penuh. Meskipun teori ERG mengasumsikan bahwa perilaku yang termotivasi mengikuti suatu hierarki yang agak serupa dengan hierarki yang dikemukakan oleh Maslow, terdapat perbedaan penting. Pertama, teori ERG menyatakan bahwa lebih dari satu  level  kebutuhan bisa menggerakan motivasi pada saat yang bersamaan. Kedua,  teori  ERG memiliki apa yang dinamakan komponen frustasi-regresi ( frustation-regresion aspect). Jadi, jika kebutuhan-kebutuhan tertentu tidak terpenuhi, individu akan menjadi frustasi, mundur ke level yang lebih rendah.

McClelland’s Need Theory

David McClelland, seorang pakar psikologi yang terkenal telah mempelajari hubungan antara kebutuhan dengan perilaku sejak tahun 1940an. Ia membagi kebutuhan menjadi tiga jenis, yaitu prestasi  (achievement),  kekuasaan (power), dan afilasi (affilation). Penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • The Need for Achievement: Menyatakan bahwa motivasi dan kemampuan sangat mendorong untuk memperkuat lebih keras lagi mencapai prestasi (sukses) atau keinginan menyelesaikan suatu kesulitan.
  • The Need for Affiliation. Keinginan untuk menghabiskan waktu dalam aktivitas serta hubungan sosial.
  • The Need of Power. Merefleksikan keinginan individu untuk mempengaruhi, melatih, megajar, atau mendorong seseorang untuk sukses.

Motivating Employees through Job Design

Job design digunakan ketika seorang manajer beranggapan bahwa jenis  pekerjaan atau karakteristik suatu pekerjaan dalam lingkungan pekerjaan  tersebut menyebabkan masalah motivasi. Sebuah tim peneliti telah memeriksa beberapa metode berbeda untuk melakukan job design serta menggabungkanya ke dalam beberapa kerangka interdisiplin yang mengandung empat pokok yaitu mechanistic, motivational, biological,dan perceptual-motor. 

The Mechanistic Approach

Pendekatan mekanistik diambil dari penelitian dalam teknik industri dan scientific management serta sangat dipengaruhi oleh peran Frederick Taylor. Scientific management adalah jenis dari manajemen yang melakukan bisnis atau kegiatannya dengan suatu standar yang dibangun berdasarkan fakta atau kebenaran yang diperoleh melalui pengamatan, percobaan, dan alasan yang sistematis. Pendekatan Taylor berfokus pada penggunaan penelitian dan percobaan untuk menentukan cara paling efisien untuk melakukan suatu pekerjaan.

Motivational Approaches

Pendekatan motivasi untuk job design mencoba meningkatkan peran dan  reaksi sikap karyawan seperti kepuasan kerja, dan motivasi dalam diri karyawan.  Kita akan membahas tiga teknik motivasi yaitu perluasan pekerjaan (job  enlargement), pengayaan  pekerjaan  (job  enrichment),  dan pendekatan kontingensi (contingency approach) yang dinamakan job characteristic model.  

Job Enlargement

Teknik tersebut pertama kali digunakan pada akhir 1940an untuk meresponse komplain tentang pekerjaan yang membosankan dan terlalu khusus. Perluasan  pekerjaan meliputi memberikan ragam lebih pada pekerjaan karyawan dengan  menggabungkan tugas khusus dengan tingkat kesulitan yang sebanding. Pendukung dari teknik perluasan pekerjaan ini menyatakan bahwa teknik ini dapat meningkatkan kepuasan kerja, motivasi, dan kualitas produksi dari  karyawan. Namun dari hasil penelitian, perluasan pekerjaan tidak memberikan  dampak positif yang signifikan terhadap job performance.  

Job Rotation

Seperti perluasan pekerjaan, tujuan dari rotasi pekerjaan adalah memberikan karyawan variasi lebih dalam pekerjaannya. Rotasi pekerjaan memindahkan  karyawan dari satu bidang pekerjaan khusus ke bidang lainnya. Karyawan dilatih dan diberikan kesempatan untuk melakukan dua pekerjaan atau lebih dalam sistem rotasi. Dengan rotasi pekerjaan ini, manajer yakin dapat  menstimulasi kemauan dan motivasi karyawan bila menyediakan karyawan  perspektif yang luas dalam organisasi. Keuntungan lain dalam rotasi pekerjaan  ini adalah meningkatkan fleksibilitas karyawan dan mempermudah penjadwalan  karena karyawan sudah dilatih untuk melakukan pekerjaan yang berbeda. 

      Pengayaan Pekerjaan

    Merupakan Penerapan teori kepuasan kerja motivator-hygiene Frederick Herzberg.

warisan teori motivator-hygiene Herzberg,

Terdapat kelompok faktor yang bertanggung jawab atas kepuasan dan ketidakpuasan kerja. Faktor yang mempengaruhi kepuasan seperti prestasi pengakuan, karakteristik pekerjaan, tanggung jawab dan kemajuan diberi label motivator sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi ketidakpuasan seperti kebijakan dan administrasi perusahaan, pengawasan teknis, gaji, kondisi kerja diberi label faktor hygiene. Motivator berhubungan dengan output dari tugas dan usaha yang kuat serta prestasi, Faktor hygiene dengan konteks pekerjaan.

Titik tengah nol

Herzber menyimpulkan bahwa kebalikan dari kepuasan kerja bukanlah ketidakpuasan kerja, tapi tanpa kepuasan kerja; begitu juga sebaliknya. Herzber menyelipkan bahwa berlangsung dimana kepuasan-ketidakpuasan tidak ada yang disebut dengan titik tengah nol (faktor hygiene baik dan motivator kurang). Oleh karena itu diperlukan pekerjaan yang diperkaya yang menawarkan kesempatan individu untuk berprestasi, pengakuan, rangsangan, tanggung jawab, dan kemajuan.

penelitian teori motivator-hygiene

Teori Herzber memunculkan kontroversi apakah penelitian yang mendukung teori tersebut cacat, sehingga tidak valid.

menerapkan model Herzberg dalam muatan vertikal

Muatan vertikal terdiri dari pemberian tanggung jawab yang lebih besar kepada karyawan dengan kata lain menjalankan tugas yang biasanya dikerjakan pengawas mereka. Manajer disarankan mengikuti 7 prinsip saat melakukan muatan pekerjaan secara vertikal.

PENDEKATAN KARAKTERISTIK HINGGA PERANCANGAN PEKERJAAN

            Model karakteristik pekerjaan merupakan pendekatan yang lebih mutakhir dari merancang pekerjaan dan merupakan pengembangan terhadap pengayaan pekerjaan dimana berusaha menjelaskan situasi dan merancang pekerjaan efektif bagi individu dengan pendekatan contingency.

Ulasan model karakteristik pekerjaan

J Richard Hackman dan Greg Oldham mencoba menentukan bagaimana suatu pekerjaan dapat dibuat stukturnya sehingga para karyawan termotivasi secara internal yang muncul akibat perasaan internal yang positif. Motivasi kerja internal ini didorong 3 keadaan psikologis yang didorong oleh 5 dimensi inti dari pekerjaan inti.

Keadaan psikologis kritis yang dimaksud yaitu:

pengakuan memberi arti

Individu harus merasakan pekerjaannya berarti atau penting dengan suatu sistem nilai yang diterimanya.

pengalaman bertanggung jawab

yakin bahwa secara pribadi dirinya dapat diperhitungkan untuk usaha yang dilakukannya.

 pengetahuan tentang hasil kerja

mampu menentukan,pada suatu dasar yang cukup teratur,apakah hasil dari pekerjaannya memuaskan atau tidak.

  *bila salah satu keadaan psikologis berubah maka motivasi berkurang.

Dimensi umum pekerjaan

1.    keragaman keterampilan Lingkup dimana pekerjaan memerlukan seorang individu yang mampu melakukan berbagai tugas yang mengharuskannya menggunakan keterampilan dan kemampuan yang berbeda.

2.    identitas tugas Lingkup dimana pekerjaan mengharuskan individu untuk melaksanakan seluruh pekerjaan secara lengkap yang dapat diidentifikasi.

3.    signifikansi tugas Lingkup dimana pekerjaan mempengaruhi kehidupan orang lain di dalam ataupun di luar organisasi.

4.    otonomi  lingkup dimana pekerjaan memungkinkan seseorang individu untuk mendapatkan kebebasan, kemerdekaan, dan keleluasaan baik dalam penjadwalan maupun menentukan prosedur yang digunakan dalam  menyelesaikan pekerjaan.

5.    umpan balik lingkup dimana seseorang individu menerima informasi yang langsung dan jelas mengenai seberapa efektif ia melaksanakan pekerjaan.

§  Potensi memotivasi sebuah pekerjaan

Hackman dan Oldham membuat ideks sederhana yang diberi nama Motivating Potensial Score (MPS) yang memperlihatkan karakteristik pekerjaan mendorong motivasi internal.

MPS= ((keragaman keterampilan+identitas tugas+signifikansi tugas)/3)x otonomi x umpan balik

*skor rendah berarti motivasi internal rendah.

§  Apakah teori tersebut berlaku untuk semua orang?

Tidak semua orang ingin memperkaya pekerjaan. Hackman dan Oldham menghubungkan kesimpulan ini ke dalam model  dengan mengidentifikasi 3 karakteristik yang menghasilkan MPS tinggi yaitu (1) pengetahuan dan keterampilan individu; (2) kebutuhan yang berkembang; (3) kepuasan. Akan tetapi penelitian tidak mendukung pengaruh yang menghubungkan kebutuhan yang meningkat dengan kepuasan karyawan.

Ø  Menerapkan Model Karakteristik Pekerjaan (model Hackman dan Oldham)

1.     pembuatan diagnosa atas lingkungan kerja

untuk menentukan apakah memang ada persoalan, dimulai dengan menentukan apakah motivasi dan kepuasan lebih rendah dari yang diinginkan lalu menilai MPS berdasarkan job diagnostic survey.

2.    menentukan apakah merancang kembali pekerjaan sesuai untuk sekelompok karyawan tertentu

paling mungkin dilakukan dalam suatu lingkungan partisipatif (karyawan memiliki pengetahuan dan keterampilan yg diperlukan).

3.    manajer perlu mempertimbangkan bagaimana merancang ulang pekerjaan tersebut

fokus dari kegiatan ini adalah menigkatkan karakteristik inti yang lebih rendah dari ukuran nasional.

LEADING OTHERS TOWARDS INTRINSIC MOTIVATION

            Manajer memegang peranan yang amat besar dalam mendorong self-manage karyawan. Oleh karena itu. Penting untuk memehami bagaimana manajer dapat mempengaruhi motivasi hakiki pekerja.

Ø  Dasar dari Intrinsic Motivation

Intrinsic Motivation muncul dari perasaan positif yang berhubungan dengan keberhasilan dalam melaksanakan pekejaan. Orang bertipe Intrinsic Motivation melakukan pekerjaan untuk kesenangan atau karena tantangan, bukan karena hadiah. Tekanan ataupun permintaan.

Extrinsic Motivation mengendalikan tingkah laku seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai hasil yang spesifik. Extrinsic Motivation berhubungan dengan penerimaan extrinsic rewards (diberikan oleh orang lain, cth: gaji, bonus, promosi, penghargaan maupun gelar)

Ø  Model Intrinsic Motivation

Kenneth Thomas mengembangkan model dengan menggabungkan penelitian dengan 2 model Intrinsic Motivation sebelumnya.

§  Sense of meaningfulness

rasa bahwa tujuan dari pekerjaan adalah penting dan berarti.

§  Sense of choice

kemampuan memutuskan, kebebasan dalam menyelesaikan pekerjaan.

§  Sense of competence

rasa yang muncul dari pencapaian berhubungan dengan menyelesaikan dengan baik high-quality work.

§  Sense of progress

perasaan bahwa yang utama adalah mencapai sesuatu yang penting.

Ø  Cultivating Intrinsic Motivation in Others

Manajer menaikkan Intrinsic Motivation dengan menambah Intrinsic rewards yang didapat karyawan dari pekerjaanya. Thomas membuat kumpulan kondisi yang diberi nama building blocks of intrinsic rewards yang berisi karakteristik lingkungan kerja yang dibutuhkan Intrinsic Motivation.

§  Leading for Meaningfulness

dengan memberi inspirasi kepada karyawan dan mencontohkan tingkah laku yang diinginkan. karakteristik lingkungan kerja: suasana tidak sinis, visi yang jelas, tujuan pekerjaan yang relevan.

§  Leading for Choice

dengan memberi kuasa pada karyawan dan mendelegasikan pekerjaan yang berarti. karakteristik lingkungan kerja: kepercayaan terhadap karyawan, informasi, tujuan yang jelas.

§  Leading for Competence

dengan mendukung dan melatih karyawan. karakteristik lingkungan kerja: pengetahuan, umpan balik positif, tantangan, menghargai skill.

§  Leading for Progress

dengan mengawasi dan memberi penghargaan. karakteristik lingkungan kerja: ukuran kemajuan, peringatan, suasana kerjasama.

Psikologi…

SIKAP

Pada bagian ini kita akan menguji hubungan antara sikap dan tingkah laku dan menguraikan pentingnya sikap kerja dari kepuasan kerja, komitmen oraganisasi dan keterlibatan kerja.

Sifat Dasar Sikap

Sikap didefinisikan sebagai suatu pembelajaran kecenderungan untuk merespon sebuah objek dengan baik maupun tidak baik secara konsisten. Sikap ini mempengaruhi tingkah laku pada level yang berbeda dari yang dilakukan oleh sebuah nilai (value). Jika niai menggambarkan keyakinan umum bahwa pengaruh tingkah laku berada pada semua situasi, sikap hanya menghubungkan secara langsung kepada sebuah objek, orang maupun situasi. Terdapat sebuah keselarasan antara sikap dan nilai, akan tetapi hal tersebut tidak berlaku selamanya.

Perbedaan antara sikap dan nilai diklarifikasikan dalam tiga komponen sikap, yaitu:

  • Komponen Afektif

Merupakan sikap yang mengandung perasaan atau emosi apabila sebuah objek atau situasi diberikan. Komponen ini berdasarkan perasaan atau emosi seseorang pada saat sebuah kejadian atau situasi diberikan, lebih mendekati respon sesaat dan bersifat serta  merta.

  • Komponen Kognitif

Merupakan sikap sikap yang ditimbulkan dari proses berfikir setelah mengalami sebuah situasi atau kejadian. Sebuah kejadian ditelaah terlebih dahulu sebelum memberikan respon.

  • Komponen tingkah laku

Merupakan sikap di mana seseorang bermaksud atau berharap untuk bertindak terhadap seseorang atau sesuatu. Teori sikap menyatakan bahwa sikap dasar/pokok seseorang merupakan fungsi dari ketiga komponen sikap yang telah disebutkan di atas.

SEBERAPA STABILKAH SIKAP?

Dalam sebuah penyelidikan, para peneliti menemukan bahwa sikap kerja dari 5000 pekerja pria dengan umur menengah sangat stabil setelah lima tahun. Sikap menjadi sangat mudah berubah pada saat usia muda dan usia tua dibandingkan dengan usia menengah. Terdapat tiga faktor yang menyebabkan orang yang berada pada usia menengah lebih stabil sikapnya, yaitu adanya kepastian kepribadian yang lebih baik, melimpahnya pengalaman yang didapatkan, dan kenutuhan akan sikap yang kuat. Maka, anggapan bahwa sikap akan menurun sejalan dengan perubahan usia harus ditolak. Orang tua dan muda dapat dan melakukan perubahan sikap karena mereka lebih terbuka dan tingkat kepercayaan dirinya rendah. Dengan berubahnya latar belakang budaya dan pengalaman yang didapat, sikap seseorang juga akan berubah.

SIKAP MEMPENGARUHI TINGKAH LAKU MELALUI TUJUAN

Sebuah model dikembangkan oleh Icek Ajzen dan rekan-rekannya yang menghubungkan sikap dengan tingkah laku yang sebenarnya. Akan tetapi model tersebut hanya dapat memprediksi tingkah laku yang dilakukan oleh pribadi (di bawah komtrol individu), bukan tingkah laku yang berada di bawah kendali seseorang.

HAL-HAL YANG MENENTUKAN TUJUAN

Icek Ajzen menjabarkan terdapat tiga hal yang menentukan tujuan, yaitu :

  • sikap terhadap tingkah laku yaitu tingkatan di mana seseorang memiliki suatu evaluasi yang baik atau tidak baik dari tingkah laku,
  • norma subjektif yaitu merasakan tekanan sosial untuk melakukan atau tidak suatu tingkah laku, dan
  • adalah tingkatan pengendalian tingkah laku yaitu merasakan kemudahan dan kesulitan dalam bertingkah laku.

TUJUAN, PENELITIAN TINGKAH LAKU, DAN IMPLIKASI

Model Icek Ajzen berhasil memprediksi dengan akurat tujuan dalam membeli produk, mempunyai anak, memilih karier daripada menjadi ibu rumah tangga, menurunkan berat badan, voting untuk kandidat politik, dan penggunaan struktur interview.

Model tujuan tingkah laku tersebut memiliki implikasi penting. Pertama, manajer membutuhkan untuk mengapresiasikan hubungan dinamis antara sikap, norma subjektif, dan tujuan tingkah laku ketika membantu perkembangan tingkah laku produktif. Walaupun sikap sulit untuk diubah, tapi dapat disebarkan secara tidak langsung melalui pendidikan dan pelatihan yang mengubah kepercayaan. Taktik lain meliputi pengubahan tujuan norma subjektif melalui komunikasi terpercaya, dan nilai budaya organisasi. Kemudian yang terakhir adalah survey sikap pekerja yang teratur dapat memberitahukan manajer apakah ide dan perubahannya sejalan atau tidak dengan sentimen pokok.

KUNCI SIKAP KERJA

Terdapat catatan menarik yang membedakan sikap kerja masa lalu dengan sekarang. Pada masa lalu, orang bekerja seakan-akan bagaikan budak, tiadk adanya having fun. Akan tetapi berbeda dengan sekarang. CEO Southwest Airlines, Bob Pike, bahkan mengaku dalam merekrut karyawannya, dia melihat faktor rasa humor dan sikap positif lain pelamar. Dalam pikirannya, ia berpendapat bahwa bukanlah suatu pilihan antara kesenangan dan bekerja, melainkan hanya sebuah pilihan untuk senang dan bekerja. Bekerja merupakan sebuah gairah, memiliki tujuan dan berkontribusi.

Orang memiliki banyak sikap mengenai sesuatu yang terjadi pada mereka saat bekerja. Pada bagian ini secara spesifik memeriksa tiga sikap kerja, yaitu kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan keterlibatan kerja yang mempunyai implikasi yang penting.

Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja mencerminkan tingkatan seseorang menyukai pekerjaannya. Secara formal, kepuasan bekerja didefinisikan sebagai suatu respon emosional terhadap berbagai segi dalam pekerjaan seseorang. Seseorang dapat merasa puas dengan satu aspek tetapi dapat tidak puas dengan satu atau beberapa aspek lainnya.

Komitmen Organisasi

Komitmen organisasi mencerminkan tingkatan seseorang mengidentifikasi dirinya terhadap organisasi dan komitmennya terhadap tujuan organisasi. Hal tersebut merupakan suatu sikap kerja yang penting karena komitmen individu tersebut dapat memunculkan kemungkinan untuk bekerja keras demi mencapai tujuan organisasi dan dapat meningkatkan hasrat pekerja untuk tetap tinggal bekerja bagi organisasi. Oleh karena itu, manajer dihadapkan pada masalah peningkatan komitmen karyawan sehingga produktifitas perusahaan dapat ditingkatkan.

Keterlibatan Kerja

Keterlibatan kerja didefinisikan sebagai tingkatan di mana seseorang benar-benar memberikan kontribusi terbesarnya untuk pekerjaan atau tidak. Jika seseorang melibatkan dirinya dalam pekerjaan, maka di akhir pekerjaannya tersebut ia tidak akan merasa lelah tetapi akan memperoleh begitu banyak kesenangan. Hal  tersebut sangat penting bagi manajer untuk memahami penyebab dan konsekuensi-konsekuensi dari keterlibatan pekerjaan karena hubungan antara motivasi dan kepuasan. Keterlibatan pekerjaan sangat berhubungan dengan kepuasan pekerjaan, komitmen organisasi, motivasi, dan komitmen karyawan untuk bertahan dalam organisasi.

 

 

Matematika IPA

Kalo yang ini koleksi soal Matematika IPA.. Tapi belum ada kunci jawabannya nih… Coba dikerjain sendiri ya.. kan matematika itu mudah… hehehe…

soal1.doc

soal2.doc

Kumpulan Soal Fisika SPMB

Nih dia soal2 yang sering menjadi momok untuk anak SMA yang ingin mengikuti SPMB dalam menggapai cita jadi mahasiswa…

Contoh2 soal di bawah ini sudah termasuk jawabannya. (hanya kuncinya, jadi caranya cari sendiri ya… buat latihan kalian…)

Silakan di download…

soal-fisika.doc

Soal Biologi

Berikut ini kumpulan soal-soal Biologi yang dirangkum dari berbagai sumber dalam persiapan menghadapi SPMB…

Check this out!!

paket-soal-1.doc

paket-soal-2.doc

paket-soal-3.doc

paket-soal-4.doc

paket-soal-5.doc

Nah, ini kunci jawabannya…

kunci-jawaban.doc

Bagaimana Memahami Ayat Allah di Alam

Dalam Al Qur’an dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya.

Sebaliknya, ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan sang Pencipta tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun. Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut kepada-Nya. Ia adalah termasuk golongan yang berakal, yaitu

“…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:190-191)

Di banyak ayat dalam Al Qur’an, pernyataan seperti, “Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”, “terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal,” memberikan penegasan tentang pentingnya memikirkan secara mendalam tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah, dan oleh karenanya menjadi bahan yang patut untuk direnungkan. Satu ayat berikut memberikan contoh akan nikmat Allah ini:

“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. An- Nahl, 16:11)

Marilah kita berpikir sejenak tentang satu saja dari beberapa ciptaan Allah yang disebutkan dalam ayat di atas, yakni kurma. Sebagaimana diketahui, pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam tanah. Berawal dari biji mungil ini, yang berukuran kurang dari satu sentimeter kubik, muncul sebuah pohon besar berukuran panjang 4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji ini ketika tumbuh dan berkembang membentuk wujud pohon besar ini adalah tanah tempat biji tersebut berada.

Bagaimanakah sebutir biji mengetahui cara membentuk sebatang pohon? Bagaimana ia dapat berpikir untuk menguraikan dan memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu? Bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam membentuk pohon? Pertanyaan yang terakhir ini sangatlah penting, sebab pohon yang pada akhirnya muncul dari biji tersebut bukanlah sekedar kayu gelondongan. Ia adalah makhluk hidup yang kompleks yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah. Akar ini memiliki pembuluh yang mengangkut zat-zat ini dan yang memiliki cabang-cabang yang tersusun rapi sempurna. Seorang manusia akan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar sebatang pohon. Sebaliknya sebutir biji yang tampak sederhana ini mampu membuat wujud yang sungguh sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah.

Pengkajian ini menyimpulkan bahwa sebutir biji ternyata sangatlah cerdas dan pintar, bahkan lebih jenius daripada kita. Atau untuk lebih tepatnya, terdapat kecerdasan mengagumkan dalam apa yang dilakukan oleh biji. Namun, apakah sumber kecerdasan tersebut? Mungkinkah sebutir biji memiliki kecerdasan dan daya ingat yang luar biasa?

Tak diragukan lagi, pertanyaan ini memiliki satu jawaban: biji tersebut telah diciptakan oleh Dzat yang memiliki kemampuan membuat sebatang pohon. Dengan kata lain biji tersebut telah diprogram sejak awal keberadaannya. Semua biji-bijian di muka bumi ini ada dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat disebutkan:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS. Al-An’aam, 6:59).

Dialah Allah yang menciptakan biji-bijian dan menumbuhkannya sebagai tumbuh-tumbuhan baru. Dalam ayat lain Allah menyatakan:

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (QS. Al-An’aam, 6:95)

Biji hanyalah satu dari banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang diciptakan-Nya di alam semesta. Ketika manusia mulai berpikir tidak hanya menggunakan akal, akan tetapi juga dengan hati mereka, dan kemudian bertanya pada diri mereka sendiri pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”, maka mereka akan sampai pada pemahaman bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »